Surat Untuk Sahabat
- Nov 27, 2016
- 1 min read
Teruntuk Sahabatku,
Hai sahabatku apa kabar?
Sudah berapa lamakah kita berpisah?
Sudah berapa lamakah kita tidak berjumpa?
Dear sahabat, masihkah kau mengenaliku?
Sungguh, aku merindukanmu
Rindu akan suasana saat itu
Suasana yang masih terbayang dalam memoriku
Ingatkah kau saat hujan deras kala itu,
yaa kala itu kita duduk dilorong sekolah bercerita sambil mendengarkan lagu
Kala itu kau bercerita cita-cita padaku
Yaa rasanya baru saja aku melalakukan itu bersamamu,
dan sekarang semuanya tlah berlalu..

Masa-masa indah di sekolah tlah kita lalui bersama,
Sekarang kita tlah berpisah,
ya kita berpisah,
tetapi kita berpisah untuk mencapai impian masing-masing
Sekarang kau dan aku sudah memiliki kesibukan di dunia baru
Terkadang aku sering merindukanmu,
ingin rasanya bertemu,
ingin rasanya melepas rindu
Tapi aku sadar,
ada suatu waktu saat kau sedang asyik menyelesaikan tugas-tugasmu,
ada satu waktu kamu asik dengan teman-teman barumu.
Iya, memang benar di beberapa kesempatan aku pernah tidak menanyakan kabarmu,
itu kulakukan karena aku takut mengganggumu yang sedang asyik dengan dunia barumu.

Tapi sungguh, aku sama sekali tak iri dengan teman-teman barumu,
aku tidak iri dengan dunia barumu,
hanya saja aku memang harus bahagia menyaksikan itu,
Aku pun punya teman-teman baru yang juga menyenangkan,
teman-teman baru yang selalu mewarnai hariku
ditempat baruku.
Walaupun terkadang aku menolak ajakanmu untuk bertemu,
itu bukan karena aku lupa pada dirimu,
itu juga bukan karena aku sombong padamu,
tapi itu karena aku juga sedang menikmati dunia baruku...
Dear sahabat,
Tahukah kau bahwa dalam Islam faktor memilih sahabat amat dititikberatkan.
Hubungan persahabatan adalah hubungan yang sangat mulia, karena sahabat berperanan dalam membentuk personaliti individu.
Mengapa demikian sahabatku?
Karena sahabat sanggup bersusah-payah dan berbagi canda bersama kita



Comments